Indikasi Kesuksesan Seorang Upline

Surabaya, 4Jovem Redaksi – (Selasa, 03 / 04 / 2018)

Bisnis Multi Level Marketing (MLM) adalah salah satu pilihan pekerjaan yang dapat memberikan peluang penghasilan yang cukup menggiurkan. Salah satu ciri yang paling menonjol dan mudah ditebak orang saat bicara bisnis jaringan adalah merekrut calon member baru. Usaha MLM dijalankan melalui system penjualan barang secara berjenjang dari upline hingga downline.

namun, juga tak biasa dipungkiri banyak pihak yang dikecewakan setelah menggeluti bisnis multilevel marketing. Mereka menggeluhkan bahwa dalam bisnis MLM pembagian keuntungannya tidak adil, upline diam sementara yang melakukan perekrutan downline. sehingga timbul kesannya bisnis mlm hanya menguntungkan sang upline semata.

Anggapan yang salah diatas haru dibenarkan. Pasalnya, tak semua bisnis MLM demikian. Salah satunya pada 4Jovem, dimana keuntungan bisa diperoleh bagi siapa saja yang mau bekerja, baik upline maupun downline. Dalam kesuksesan seorang tim, memang dibutuhkan support oleh anggota lainnya, terutama upline. Dibawah ini dijelaskan indikasi seorang upline yang sukses dalam membangun jaringan di MLM:

Jaringan berkembang. Sering ditemukan seorang upline yang mahir dalam mempromosikan mlmnya namun kurang mahir dalam mengembangkan jaringannya. Sehingga hal ini menyebabkan kondisi dimana kegiatan hanya sebatas berhenti pada promosi, pembelian barang, tanpa pengembangan tim yang lebih besar. Sementara upline yang sukses, mereka tak sebatas melakukan promosi, tapi lebih jauh pemberdayagunaan upline untuk mengembangkan jaringan

Banyak downline yang sukses. Hal ini disebabkan karena sang upline berhasil dalam menerapkan system duplikat kepada downlinenya. Mereka mengajarkan dan membimbing downlinenya agar biasa untuk melakukan cara yang sama sepertinya dalam mengembangkan jaringan

Komunikasi dari atas kebawah terus berlanjut. Salah satu berkembangnya suatu jaringan adalah adanya komunikasi yang telur berlanjut dari atas kebawah. Melalui komunikasi, maka kedekatan antar tim bisa terbangun sehingga lebih mudah bagi seorang upline untuk memberikan bimbingan kepada downlinenya.

Memiliki metode / cara yang jelas dan terarah dalam membimbing dowline. Seorang upline yang berpengalaman, tidak akan merasa canggung tiap kali memberi bimbingan kepada calon dowline barunya. hal ini karena mereka sudah memiliki patokan tentang bagaimana menyikapi dowlinenya, baik dowline yang baru maupun downline yang sudah berkembang. Untuk itu, upline perlu membuat standart yang jelas dalam emberikan bimbingan berjenjang kepada downline.